Hitungan Tahun Jawa Lengkap: Sejarah dan Perhitungannya

Hitungan Tahun Jawa Lengkap
(mastrigus.com)

Pawonkidulan | Tahun Jawa memiliki nama ilmiah Anno Javanico yang disingkat AJ. Tahun Jawa berbeda dengan tahun Caka (Saka). Berdasar sejarahnya, saat tahun 1554 Caka akan berakhir, Panembahan Hanyokrokusumo alias Sultan Agung memerintahkan kepada para ahli untuk mengubah perhitungan tahun.

Sejarah Hitungan Tahun Jawa

Ketika itu tahun Caka perhitungannya berdasar revolusi bumi mengitari matahari atau lebih dikenal dengan perhitungan matahari/ syamsyiah/ masehi. Dalam kalender masehi, lama hari dalam 1 tahun ada 365 atau 366 hari. Tahun yang berusia 366 hari disebut sebagai tahun kabisat. Di tahun kabisat, jumlah hari di bulan Februari ada 29. Tahun kabisat datang tiap 4 tahun sekali. Sedangkan tahun yang usia harinya hanya 365 hari disebut dengan tahun basitah.

Kembali ke hitungan tahun Jawa. Tahun Jawa perhitungannya menggunakan perputaran bulan terhadap bumi. Orang-orang di belahan Timur Tengah menyebutnya dengan tahun komariyah. Perlu diketahui bahwa lama bulan mengitari bumi adalah 29,5 hari. Sehingga dalam waktu 1 tahun ada 354 hari di saat tahun pendek (wastu) dan 355 hari di tahun panjang (wuntu).

Tahun Jawa diawali dengan tanggal 1 Sura taun Alip 1555 (bertepatan dengan tahun 1555 Caka), jatuh pada hari Jumat Legi dan bertepatan pula dengan tanggal 1 Muharram tahun 1033 Hijriah. Bila menggunakan kalender masehi, maka hari itu jatuh pada tanggal 8 Juli 1633. Jadi dari sini masyarakat harus tahu bahwa hitungan tahun Jawa tidak dimulai dari tahun 0 atau 1.

Mulai tanggal 1 Sura taun Alip 1555 hari Jumat Legi dinamai sebagai Kalender (Kurup) Jamngiyah. Kurup atau kalender tersebut akan mengalami perubahan setelah melewati masa 120 tahun. Tepatnya pada 1 Sura taun Alip 1675 hari Kamis Kliwon, yang dikenal sebagai Kurup Kamsiyah. Berubah lagi pada 1 Sura taun Alip 1747 hari Rabu Wage dan ditandai sebagai Kurup Aboge atau Arbangiyah. Dan begitu seterusnya, kalender Jawa akan mengalami perubahan tiap 120 tahun sekali.

Karena bulan mengitari bumi tidak tepat 29,5 hari tiap bulannya, maka hitungan tahun Jawa sifatnya adaptif guna menyelaraskan dengan perhitungan kalender hijriah.

Untuk informasi, tahun Jawa yang termasuk dalam kategori tahun pendek (wastu), berusia 354 hari yaitu taun Alip, taun Jimawal, taun Je, taun Be, dan taun Wawu. Sedangkan tahun Jawa yang termasuk dalam kategori tahun panjang (wuntu), berusia 355 hari yaitu taun Ehe, taun Dal, dan taun Jimakir.

Lebih kurang begini urutan tahun dan sebutan hitungan tahun Jawa:

  1. Taun Alip
  2. Taun Ehe
  3. Taun Jimawal
  4. Taun Je
  5. Taun Dal
  6. Taun Be
  7. Taun Wawu
  8. Taun Jimakir

Siklus taun Alip hingga ke taun Jimakir usianya genap 8 tahun atau 1 windu.